Langkah Pertama Bikin Game, Coretan Awal Game Artist.

Hai.. Masih ingat dengan posting saya tentang langkah pertama bikin game untuk programmer?

Posting itu membahas tentang langkah awal bikin game untuk para programmer. Nah, biasanya kegiatan bikin game itu melibatkan beberapa peran, bukan hanya peran game programmer saja. Masih ada game artist, game designer dan peran-peran lain.

Kali ini saya akan bahas mengenai langkah awal bikin game untuk peran sebagai game artist. Mungkin ini peran yang cocok untuk kamu yang suka menggambar ya. (^^,)

Berhubung saya bukan seniman yang jago gambar, saya mengajak dua orang teman yang sudah lama malang melintang di kancah pengembangan game untuk berdiskusi tentang apa sih langkah yang diperlukan untuk menjadi seorang game artist.

PanciponFishing - Teaser06michi_panic

Kenalkan teman saya yang pertama, Wisnu Sanjaya. Coretan khas dari game artist satu ini bisa kamu lihat dalam game Pancipon dan MichiMichi Panic. Di sela kesibukannya sebagai CEO dari Cody App Academy, Wisnu menyempatkan waktu untuk berbagi pengalamannya sebagai game artist dalam diskusi kita kali ini.

saturnheat

Dan teman saya yang satu lagi adalah Indra Permanahadi, founder dari Lotus Game Studio. Indra sudah menelurkan beberapa game seperti Saturn Heat Genesis dan Cosmo Bit. Oiya, kamu bisa mampir ke blognya disini untuk belajar dari pengalamannya di dunia pengembangan game.

Yuk, langsung saja kita mulai diskusinya.

Sebenarnya apa sih peran game artist ketika bikin game?

graphicstudent

Nah, pertanyaan pertama adalah game artist itu perannya bagaimana ya? Apa yang dikerjakan saat bikin game? Apakah sekedar corat-coret  bikin gambar saja?

Menurut Wisnu, game artist adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk memvisualisasikan ide-ide dari konsep game ke dalam bentuk visual grafis.

Jadi bukan cuma sekedar menggambar saja lho, selain berperan dalam pembuatan aset grafis, game artist juga menentukan komposisi/tema warna, style gambar, sampai dengan tampilan visual menu yang akan digunakan dalam game.

Dan dalam dunia pengembangan game profesional, saat mengerjakan hal-hal diatas tadi game artist akan bekerja sama dengan game designer. Ini diperlukan agar bisa menemukan style dan visual yang sesuai dengan game yang akan dibuat. Kolaborasi ini penting agar visual gamenya memiliki kesatuan dengan rancangan yang dibuat oleh game designer.

Menurut Indra, game artist adalah seorang pekerja seni yang berperan dalam menentukan nilai estetika dan menciptakan aset visual dalam game.

Menurut Indra tanpa peran game artist ini, bisa-bisa si programmer kebingungan ketika harus ngoding plus gambar plus menentukan aspek estetika dalam gamenya. Hehehe…

Walaupun ada orang yang sanggup untuk menangani aspek game design, estetika visual dan ngoding sekaligus, tapi saya tidak menyarankan hal tersebut untuk kamu yang baru mulai belajar bikin game. Bisa pusing sendiri nanti waktu bikin gamenya. (^^,)

Seperti apa proses yang dikerjakan game artist saat bikin game? Mulainya darimana?

Setelah memahami apa itu peran game artist, kita lanjutkan dengan mengulik lebih jauh tentang apa saja yang dikerjakan oleh seorang game artist dalam proses bikin game. Dan darimana sih mulai proses pengerjaannya?

Menurut Wisnu, proses yang dikerjakan seorang game artist itu bisa diringkas seperti ini: Bikin Sketsa >> Mockup >> Finalized.

Sederhana sekali prosesnya ya…

Sekilas sih memang terlihat sederhana, tapi pada prakteknya ada banyak detil yang perlu dipikirkan oleh seorang game artist saat mulai bikin game. Misalnya style gambar, tone warna, tampilan visual karakter gamenya dan masih banyak lagi.

Bagi kamu yang membuat game secara indie, kamu bisa memulai proses tadi dengan bertanya ke diri sendiri. Style gambar seperti apakah yang kamu suka? Tampilan visual karakter seperti apa yang jadi favoritmu? Lalu tone warna seperti apa yang kamu gemari?

Namun ketika kamu sudah masuk ke dunia  pengembangan game profesional, kamu harus mengacu pada rancangan game yang dibuat oleh tim. Karena pada saat merancang sebuah game, biasanya sudah ada beberapa riset dan pertimbangan untuk menilai respon pemain pada target pasar yang dituju. Dan sebagai game artist, kamu harus memikirkan beberapa hal seperti:

  • Apakah style gambarnya sesuai dengan target pasar tadi?
  • Apakah tampilan visual karakter yang kamu buat itu orisinil atau tidak?
  • Dan banyak hal lain lagi yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan target pasar yang diinginkan untuk game yang akan dibuat.

Menurut Indra, untuk memulai kamu perlu menyiapkan kemampuan dan aplikasi yang sesuai dengan game yang ingin dibuat.

Maksudnya adalah, jika kamu ingin bikin game 2D maka kamu perlu mengasah  kemampuanmu menggambar 2D dan menyiapkan aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat aset grafis 2D tersebut. Apabila kamu ingin membuat game 3D, maka kamu perlu mengasah kemampuanmu untuk menyiapkan aset game 3D dan aplikasi yang dibutuhkan untuk membuatnya.

Untuk proses pengerjaannya kurang lebih mirip seperti apa yang telah dijelaskan oleh Wisnu tadi. Dimulai dari pembuatan konsep grafis mentah/kasar di atas kertas, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan aset-asetnya sesuai dengan rancangan yang telah dibuat oleh game designer.

Butuh aplikasi khususkah?

Wah, berarti ketika bikin game, tidak cuma butuh kertas dan pensil  untuk menggambar ya. Game artist tetap butuh aplikasi khusus juga, apa saja sih aplikasi yang dibutuhkan?

Beberapa aplikasi yang biasa digunakan oleh Wisnu adalah: Photoshop, Paint Tools SAI, Adobe Flash, Irfan View.

Sementara Indra biasa menggunakan Photoshop (untuk bikin aset 2D), dan 3Ds Max (untuk bikin aset 3D)

tools_2d

tools_3d

Photoshop adalah aplikasi yang sudah umum untuk digunakan game artist ketika membuat aset grafis 2D dalam game. Selain Photoshop, ada beberapa aplikasi lain yang bisa jadi opsi untuk kamu coba seperti: Adobe Illustrator, GIMP, atau Inkscape.

Dan untuk membuat aset 3D, kamu juga bisa mencoba opsi lain seperti: Maya, atau Blender3D.

Seru juga! Mulai belajarnya darimana?

Menarik kan peran game artist itu? Tertarik untuk mencoba tapi masih bingung darimana mulainya?

Menurut Wisnu, bagi kamu yang ingin menekuni bidang game artist ini , mulailah dari belajar menggambar dan perluas referensi gambarmu. Belajar dari style gambar selain dari style yang kamu sukai, pelajari juga seperti apa style gambar yang digunakan game-game lainnya di pasaran, pelajari juga kelebihan dan kekurangan dari masing-masing style gambar tersebut. Dan jika kamu ingin menjadi game artist yang handal, tidak ada cara lain selain menggambar setiap hari. (^^,)

Tambahan tips belajar dari Indra, kamu bisa menggali pelajaran dari kursus atau tutorial yang ada di internet. Sebab saat ini ada banyak tutorial gratis yang bisa kamu pelajari untuk mengasah kemampuanmu sebagai game artist.

Waktu bikin game, darimana cari inspirasinya?

inspiration-strikes-420x420

Nah, ini salah satu topik yang penting untuk dipelajari. Darimana game artist mendapatkan inspirasi ketika sedang bikin game?

Menurut Wisnu, kamu bisa mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang dalam dirimu sendiri. Game kesukaanmu apa? Apakah kamu memiliki anime favorit? Style gambar yang kamu sukai seperti apa? Palet warna apa yang kamu gemari? Nah dari situ kamu bisa menemukan inspirasi untuk menuangkan kreasi buatanmu ke dalam game.

Indra juga memiliki pendapat yang serupa, kamu bisa mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang ada di sekitarmu, dari internet, dari game favoritmu, atau dari film yang beredar di pasaran.

Tips-tips menarik buat kamu yang tertarik jadi game artist

Sudah lebih jelas kan sekarang tentang peran game artist dalam proses bikin game itu? Sudah tak sabar ingin memulai untuk corat-coret gambar sebagai game artist?

Berikut ini ada beberapa tips tambahan dari Wisnu dan Indra untuk kamu tambahan bekal kamu bertualang sebagai game artist:

  • Perbanyak pengetahuan grafismu di dunia game. Jangan hanya bermain game dengan tipe visual grafis favoritmu saja. Lakukan eksplorasi dengan memainkan semua jenis game dari semua era, itu sangat berguna untuk menggali ide kreatif dan berkenalan dengan batasan-batasan yang belum pernah kamu duga sebelumnya.
  • Jangan lupa untuk mengupdate pengetahuanmu tentang dunia grafis dalam game. Usahakan untuk mengenali aplikasi terbaru yang digunakan dalam proses bikin game.
  • Jangan lupa untuk menjaga nilai-nilai idealismu. Jangan lupakan jati diri dan idealismu sebagai game artist. Namun jangan terlalu memaksakan apabila ternyata nilai idealismu tadi tidak cocok dengan game yang ingin dibuat.

MM25HCPG2

Tips terakhir dari Wisnu adalah, hiduplah layaknya seperti game artist atau ilustrator. Jangan lupa dengan mainan, action figure, komik, game artbook, game console, dan benda lainnya yang menyatakan jika kamu adalah game artist/ilustrator yang mencintai pekerjaannya!

Ac_artbook_cover

Dan tips terakhir dari Indra adalah, pastikan dahulu bahwa kamu benar-benar tertarik dengan dunia seni. Karena ketika kamu sudah mencintai seni, maka kegiatan mendesain itu akan selalu bisa kamu nikmati walau sesulit apa pun.

So.. Mulailah coret-coret ide gamemu sekarang!

Menarik kan peran game artist itu dalam proses bikin game?

Menurut saya, peran ini penting dalam menghasilkan game yang menarik. Karena biasanya saat pertama memainkan suatu game, pemain akan terlebih dulu menilai seperti apa aspek visualnya.

Jadi buat kamu yang ingin berperan sebagai game artist, semoga diskusi kali ini bisa membantu kamu untuk melangkahkan kaki di dunia pengembangan game ya.. (^^,)

Oiya, kalau ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman tentang game artist ini silahkan share pada kolom komentar di bawah ya.

Selamat corat-coret menggambar dan bereksperimen bikin game ya! Cheers!

Iklan

One thought on “Langkah Pertama Bikin Game, Coretan Awal Game Artist.

Punya pendapat, ide atau saran..? Yuk di-share disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s