Game Programmer, Sang Teknisi

Beberapa waktu yang lalu saya telah membahas tentang dua peran dalam proses bikin game, peran sebagai game designer dan sebagai game artist.

Dalam proses bikin game, tugas game designer adalah mengolah ide hingga jadi satu konsep game yang fun. Dan tugas game artist adalah mewujudkan konsep tadi ke dalam bentuk visual. Tapi bagaimana dengan interaksinya? Bagaimana pemain bisa memainkan konsep game yang dibuat tadi?

Untuk menciptakan interaksi itulah diperlukan keterlibatan game programmer dalam proses bikin game.

Berinteraksi dengan kode 

Game digital adalah suatu media yang interaktif. Pemain tidak hanya melihat sekumpulan animasi gambar dan teks saja, melainkan terlibat memainkan gamenya secara interaktif. Untuk menciptakan interaksi antara pemain dengan game itulah tugas seorang game programmer dalam proses bikin game.

Secara singkat, bisa dibilang kalau game programmer bertanggung jawab untuk mengubah konsep game (dari game designer) dan aset grafis (dari game artist) menjadi satu program game yang akan dimainkan nanti. Dalam proses itu, programmer berinteraksi dengan kode-kode dalam bahasa pemrograman. Proses interaksi ini disebut dengan istilah programming (atau ngoding.. hehe).

Kok bahasanya terdengar baku dan agak teknis ya..

Well.. Memang game programmer berurusan dengan aspek teknis dalam proses bikin game. Itulah sebabnya peran game programmer saya beri julukan sang teknisi. (^^,)

Satu peran, multi disiplin

Masih ingat dengan obrolan saya yang lalu tentang peran game artist dalam proses bikin game? Sama seperti game artist, peran game programmer dalam proses pembuatan game besar juga terbagi jadi beberapa disiplin, seperti:

  • Gameplay programmer.
  • Graphics programmer.
  • User Interface (UI) programmer.
  • Physics programmer.
  • Artificial Intelligence (AI) programmer.
  • Sound programmer.
  • Game Engine programmer.

Tadi barulah sedikit contoh dari beberapa disiplin yang ada di dalam dunia pembuatan game. Dalam proses bikin game AAA (misalnya seperti Call of Duty atau Need for Speed) memang membutuhkan banyak programmer. Biasanya mereka terbagi jadi beberapa tim yang dipimpin oleh seorang Lead Programmer.

Tapi tidak selalu begitu kok, dalam proses pembuatan game yang skalanya lebih kecil tidak membutuhkan programmer sebanyak itu. Bahkan ada game yang dibuat oleh satu programmer saja (misalnya seperti Super Meat Boy atau Braid). Apalagi saat ini banyak game engine yang juga membantu dalam proses bikin game.

Sekarang kan sudah banyak game engine, masih perlukah game programmer?

Memang saat ini sudah banyak game engine yang memudahkan proses bikin game, bahkan ada game engine yang bisa bikin game tanpa ngoding sama sekali. Tapi peran game programmer tetap dibutuhkan, karena game engine sebenarnya ditujukan sebagai alat bantu agar game programmer bisa lebih fokus ke pengembangan gameplay dalam proses bikin game. Dan biasanya game engine yang ‘non-ngoding’ itu memiliki beberapa keterbatasan. Untuk mengatasi keterbatasan itulah kenapa game programmer masih diperlukan dalam proses bikin game.

Kalau kamu masih bingung dengan istilah game engine dalam proses bikin game, kamu bisa mampir ke beberapa posting saya berikut:

Kemampuan apa sih yang dibutuhkan untuk jadi seorang game programmer?

Kemampuan utama yang diperlukan sebagai game programmer tentu saja kemampuan programming ya.. Hehe.

Tapi menjadi game programmer itu tidak cukup hanya bisa ngoding saja. Seorang game programmer harus memiliki kemampuan logika yang baik dan juga kemampuan berkomunikasi dengan anggota tim yang lain. Hal ini diperlukan agar tercipta kerjasama yang baik dalam proses bikin game.

Selain itu seorang game programmer juga perlu memiliki antusiasme yang tinggi dan kemauan untuk terus belajar, karena teknologi pembuatan game juga terus berkembang dengan pesat. Dan satu hal lagi yang juga penting, seorang game programmer itu harus senang main game..!

Tertarik untuk jadi sang teknisi?

Menjadi seorang game programmer adalah satu hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Ketika bisa melihat ide dan gambar yang terwujud jadi satu game yang fun merupakan pengalaman yang mengasyikan.

Menariknya lagi, menjadi seorang game programmer tidak selalu berarti kamu akan terus-menerus berurusan dengan aspek teknis saja. Seiring dengan berkembangnya pengalaman kamu dalam bikin game, kamu bisa saja berperan menjadi seorang game designer yang merancang game impian kamu. Banyak juga lho game designer terkenal saat ini yang dulu juga seorang game programmer, seperti:

Kalau kamu tertarik untuk jadi seorang game programmer, kamu bisa mampir ke posting saya yang membahas tentang langkah awal jadi game programmer. Kamu juga bisa mempelajari tips-tips dari artikel ini dan artikel dari Tommy Refenes (programmer yang membuat game Super Meat Boy).

Untuk menambah semangat kamu untuk belajar jadi game programmer, saya akan tutup posting kali ini dengan menambahkan daftar beberapa orang game programmer legendaris yang bisa jadi inspirasi kamu:

  • Michael Abrash, yang turut terlibat dalam pembuatan game Quake dan Doom.
  • John Carmack, yang membuat game legendaris seperti Wolfenstein 3D, Doom dan Quake.
  • Tim Sweeney, pendiri Epic Games dan pembuat game engine Unreal Engine.

So.. Tetap semangat belajar dan berkarya bikin game ya.. Cheers!

Posted from WordPress for Windows Phone [Lumia]

Iklan