Idea Guy. Cukupkah Hanya Punya Ide?

Hai, sudah beberapa lama saya tidak posting materi yang baru ya.. Padahal cukup banyak ide yang berseliweran untuk jadi bahan postingan.

Kok malah jadi curhat..? (^^,)

Well.. Kondisi ini mengingatkan saya dengan istilah idea guy. Sudah pernah dengar istilah itu?

Idea guy adalah sebutan untuk seseorang yang punya ide segudang dan terlihat seperti tidak pernah kehabisan ide. Idea guy punya banyak sekali ide di kepalanya, bahkan seringkali ide yang ditelurkannya begitu brilian sampai bisa memukau orang lain.

Waah.. Bagus kan kalau begitu? Apa salahnya dengan punya banyak ide?

Punya ide bikin game, sudah cukupkah?

Bayangkan skenario seperti ini, kamu bertemu dengan seseorang (sebut saja A) yang punya ide game. Si A bilang kalau idenya adalah game puzzle yang lebih fun daripada Angry Birds. Si A juga bilang kalau fitur-fitur di dalam game ini akan membuat orang-orang ketagihan bermain. Lalu si A mengajak kamu untuk bikin game bersama-sama.

Anggap saja kamu tertarik dengan ide A tadi. Kamu mulai menggarap konsepnya lalu membahas ide-ide tambahan dengan si A. Lalu si A menggabungkan ide kamu dengan idenya. Setelah itu kamu mulai membuat prototype gamenya sampai jadi satu game yang bisa dimainkan.

Sekilas skenario tadi terlihat ideal sebagai contoh proyek membuat game ya. Tapi, apakah kamu menyadari pola kerja yang terlihat pada skenario tadi? Apakah skenario tadi merupakan contoh yang baik untuk menggambarkan kerja tim dalam bikin game?

Skenario tadi merupakan contoh dari tipikal idea guy. Idea guy menelurkan sebuah ide, lalu hanya berkutat pada ide semata. Urusan implementasi dianggapnya bukan bagian dari perannya. Seperti skenario tadi, yang mengerjakan gamenya sebenarnya ya kamu sendiri, bukan bekerja sama sebagai tim.

Bukannya game designer juga cuma berkutat dengan ide ya?

Pada posting sebelumnya saya telah membahas salah satu peran dalam proses bikin game, yaitu peran sebagai game designer. Game designer adalah orang yang berperan mengolah ide awal sampai jadi satu konsep game yang fun untuk dimainkan.

Nah.. Jadi game designer itu sama dengan idea guy ya? Kan sama-sama berkutat dengan ide?

Tidak. Peran game designer tidak berhenti hanya di proses menelurkan ide dan menggabungkan ide saja. Seorang game designer harus merancang elemen-elemen yang diperlukan untuk mengubah ide awal sampai jadi satu paket game yang fun dimainkan. Misalnya elemen-elemen seperti: aturan bermain dalam game, tema yang akan dipakai, rancangan karakter yang dimainkan dalam game, dan masih banyak lagi.

Untuk lebih jelasnya, kita lihat contoh ini:

  • Idea guy: “Aku punya ide untuk bikin game action dengan karakter seperti Indiana Jones.”
  • Game designer: “Aku punya ide bikin game action. Pemain bermain sebagai karakter yang mirip Indiana Jones. Pemain harus berlari di dalam kuil untuk menghindari kejaran musuh di belakangnya dan perangkap di depannya. Kalau tertangkap, atau jatuh ke dalam perangkap pemain akan kalah.”

Kelihatan kan bedanya antara idea guy dengan game designer?

1% inspiration, 99% perspiration

Tapi ide itu kan penting? Kalau tidak punya ide, darimana mulai bikin gamenya?

Memang bikin game itu diawali dari punya ide. Tapi kalau hanya berhenti sampai di ide saja, bagaimana itu bisa disebut sebagai game? Bagaimana caranya memainkan ide game yang ada di dalam kepala seseorang? (^^,)

Mengadaptasi pepatah dari Thomas Edison di atas, bikin game bukanlah sekedar menelurkan ide semata. Masih perlu implementasi untuk mewujudkan ide tadi sampai jadi satu game yang fun dimainkan.

Jadi kalau kamu punya ide game, jangan cuma berhenti di menelurkan ide atau hanya membahas ide tersebut dengan teman-teman kamu saja. Mulai wujudkan ide kamu itu sampai jadi game yang bisa dimainkan. Ada banyak cara untuk mewujudkan ide kamu itu, misalnya:

  • Kalau bisa ngoding, kamu bisa mulai ngoding untuk mewujudkan ide game kamu itu.
  • Atau kamu bisa gambar? Mulai saja gambarkan ide kamu ke dalam bentuk visual untuk jadi panduan ngoding si game programmer nanti.
  • Atau kamu tidak bisa ngoding atau gambar? Kamu bisa jadi game designer, pelajari bagaimana cara untuk mendesain ide game sampai jadi satu paket game yang fun dimainkan, lalu bentuk tim yang bisa ngoding dan gambar untuk mewujudkan rancangan ide game kamu tadi.

Tadi hanya sebagian contoh untuk mewujudkan ide game kamu. Intinya adalah jangan hanya berhenti berkutat di ide semata, mulai wujudkan ide tadi sampai jadi game. Jangan jatuh ke dalam jebakan idea guy ya..

Sekian dulu posting saya kali ini, selamat bersenang-senang bikin game. Cheers..!

Posted from WordPress for Windows Phone [Lumia]

Iklan

5 thoughts on “Idea Guy. Cukupkah Hanya Punya Ide?

  1. Ridwan F. berkata:

    keren nih tulisan yg ini, paling enggak mengubah cara pandang seseorang yg banyak ide tapi no action. lanjutkan bang!

Komentar ditutup.