Kategori
Dunia Gamedev

Game Designer, Sang Visioner

Pada artikel yang lalu, saya pernah membahas tentang beberapa peran yang terlibat dalam proses pembuatan game. Salah satunya adalah game designer.

Game designer adalah orang yang mengolah ide awal sampai jadi satu konsep game yang menyenangkan untuk dimainkan. Sekilas terdengar mudah untuk dilakukan, apa susahnya berimajinasi untuk mencari ide lalu menuliskannya jadi konsep? Toh proses selanjutnya akan dikerjakan oleh game artist dan game programmer.

Sebenarnya tugas sebagai game designer tidak sesederhana itu. Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana peran game designer dalam proses pembuatan game.

Berawal dari ide, lalu diolah jadi konsep game

Seperti yang pernah saya bahas sebelumnya, proses pembuatan game berawal dari ide tentang suatu hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Siapa pun bisa punya ide untuk bikin game, namun butuh kemampuan tertentu untuk mengolah ide awal tadi sampai jadi satu paket game yang fun ketika dimainkan.

Proses mengolah ide sampai jadi game bukanlah tugas yang sederhana. Game designer harus meracik konsep yang menyenangkan untuk dimainkan, tidak hanya fun bagi dirinya sendiri, tapi juga untuk dimainkan oleh orang lain. Bisa dibilang kalau game designer harus memiliki visi (yang fun) tentang game yang akan dibuat ketika dimainkan oleh orang lain.

Apa saja yang perlu diolah dari ide awal game?

Secara garis besar, ada beberapa hal yang perlu diolah dari ide awal sampai jadi game, seperti:

  • Mekanik game. Ini bisa dikatakan sebagai aturan permainan yang ada di dalam game. Agar lebih jelas, saya ambil contoh mekanik dari game Pac-Man:
    • Kondisi awal permainan (Start Game):
      • Karakter Pac-Man (memiliki sejumlah nyawa) yang akan berjalan di dalam labirin.
      • Ada empat musuh (hantu) dalam sangkar di tengah labirin.
      • Di dalam labirin itu juga ada sejumlah objek (dots) yang harus dikumpulkan oleh pemain.
    • Kondisi akhir permainan (Game Over); Ada dua tipe game over, yaitu:
      • Menang: ketika pemain berhasil mengumpulkan semua dots di dalam labirin, sebelum nyawa si Pac-Man habis.
      • Kalah: ketika nyawa si Pac-Man habis sebelum pemain berhasi mengumpulkan semua dots di dalam labirin.
    • Aturan untuk aksi yang ada di dalam game:
      • Pemain bisa menggerakkan si Pac-Man ke atas, bawah, kiri dan kanan untuk mengumpulkan dots dalam labirin.
      • Pemain harus menghindari sergapan hantu yang berusaha menangkap si Pac-Man.
      • Kalau hantu berhasil menangkap si Pac-Man, maka nyawanya berkurang satu.
      • Ada kondisi spesial dimana si Pac-Man bisa menangkap hantu yang mengejarnya. Untuk itu, pemain harus mendapatkan power dots yang tersebar di dalam maze.
  • Dinamik. Ini adalah elemen yang muncul ketika aturan/mekanik tadi dilakukan oleh pemain saat bermain. Game designer perlu memperhatikan aspek fun dari elemen ini, misalnya dalam contoh game Pac-Man tadi:
    • Kalau hantu memiliki kecepatan X, apa yang terjadi? Apakah pemain jadi kesulitan untuk menghindari hantu sambil mengumpulkan dots? Atau pemain jadi terlalu mudah untuk memenangkan permainan?
    • Apa yang terjadi kalau pemain berusaha mengumpulkan semua power dots terlebih dulu?
    • Perlu berapa power dots yang disediakan agar game ini tetap fun untuk dimainkan?
  • Goal/Objektif. Ini adalah target yang harus dicapai oleh pemain dalam game. Misalnya dalam contoh game Pac-Man tadi, target untuk pemain adalah mengumpulkan semua dots yang ada di dalam maze sebelum nyawa si Pac-Man habis.
    Seorang game designer perlu memperhatikan apakah objektif dalam game ini cocok dengan ide awal yang diperoleh. Selain itu perlu dipertimbangkan juga apakah objektif tersebut sudah cukup fun dan menantang untuk dimainkan.
  • Avatar. Elemen ini adalah representasi dari objek yang dimainkan oleh pemain. Dalam contoh game Pac-Man tadi, avatar yang dimainkan adalah si Pac-Man. Untuk menentukan avatar ini, game designer perlu mempertimbangkan pilihan yang cocok dan fun dari ide awal yang diperoleh.
  • Tema. Ini adalah elemen yang membungkus mekanik tadi jadi satu paket game yang fun untuk dimainkan. Misalnya seperti game Mario Bros, yang merupakan game dengan tema petualangan seorang tukang ledeng di dunia fantasi. Atau game Temple Run yang juga game petualangan dengan karakter seorang petualang ala Indiana Jones.
    Menurut kamu, game Pac-Man memiliki tema apa? Apakah kamu bisa membayangkan ide awal seperti apa yang memunculkan game Pac-Man ini?

Itulah tadi beberapa hal yang perlu diolah dari ide awal sampai jadi satu paket game yang fun untuk dimainkan. Proses pengolahannya pun tidak langsung jadi begitu saja, sebab sang game designer perlu selalu menguji apakah gamenya sudah fun untuk dimainkan atau belum. Kalau belum, maka sang game designer perlu mencari ide alternatif lain yang fun untuk dimainkan.

Tertarik untuk jadi game designer?

Nah, apakah kamu tertarik untuk jadi game designer? Mungkin ada yang bertanya kemampuan apa yang dibutuhkan untuk jadi seorang game designer?

Menurut saya, kemampuan yang perlu dimiliki adalah imajinasi dan kreativitas. Dengan bekal dua hal itu, seorang game designer bisa mengolah dari ide awal yang muncul sampai jadi game yang fun, unik dan seru untuk dimainkan.

Saya juga mendapatkan saran yang bagus dari Jesse Schell tentang salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh game designer, yaitu kemampuan mendengar. Kemampuan ini berguna untuk memahami masukan yang diberikan dari luar oleh orang lain (misalnya pemain atau rekanmu ketika membuat game) dan dari dalam diri kamu untuk bekal dalam mengolah konsep game yang fun.

Sudah siap menjadi seorang visioner?

Game designer adalah peran yang menyenangkan untuk dijalankan dalam proses pembuatan game. Adalah suatu hal yang seru untuk menemukan ide menarik kemudian diolah satu konsep game yang fun untuk dimainkan.

Walaupun kamu tidak bisa menggambar dengan keren atau tidak bisa membuat program, kamu tetap bisa belajar jadi seorang game designer. Apalagi sekarang sudah banyak software (misalnya Construct2 atau Unity) yang bisa kamu gunakan untuk membuat prototype supaya bisa menguji ide game yang kamu miliki.

Tips: ada baiknya kalau kamu juga belajar tentang aspek art dan teknis pemrograman. Dua aspek tadi akan membantu kamu untuk mengkomunikasikan ide ke game artist dan game programmer saat proses pembuatan game.

Untuk menutup artikel kali ini, ada beberapa link tentang para game designer terkenal yang bisa sumber inspirasi:

Jadi kalau kamu ingin membuat game mulailah wujudkan ide kamu dan jadilah seorang game designer, sang visioner.

Cheers..! 👾

Oleh Krishna.W

seorang game programmer yang gemar menjelajah samudra digital sambil menikmati secangkir kopi hangat.

4 replies on “Game Designer, Sang Visioner”

Tambahan berdasarkan pengalaman kami di Agate Studio, game designer itu penting banget untuk punya kemampuan komunikasi yang bagus, baik lisan atau komunikasi tertulis (terutama dalam pembuatan Game Design Document). Intinya adalah bagaimana Game Designer menyampaikan ide yang dia pikirkan agar benar-benar dimengerti oleh tim, dan bagaimana menerima masukan dari tim. (misalnya bagaimana cara kita menolak dengan halus ide yang ‘tidak bagus’, atau justru bagaimana kita meminta input dari tim).

Setuju..! Komunikasi itu salah satu senjata utama game designer untuk berkolaborasi dalam bikin game ya. Nice insight..
Thank you udah share pengalamannya di Agate ya.. =)

Terima kasih telah berbagi. Kira-kira menurut mas Krishna, ketika dikaitkan dengan desain sebuah game bergenre edukasi, fun seperti apa ya yang bisa saya masukkan dalam sebuah game edukasi? Banyak yang bilang game edukasi itu boring, kira2 desain terbaik memaasukkan fun ke dalam game edukasi seperti apa menurut mas Krishna?
terima kasih mas atas tanggapannya.

Menurut saya, fun atau tidaknya itu tergantung dari target pemain untuk game yang mau kamu buat. Misalnya game edukasi yang mengajarkan matematika dengan tema petualangan Dora. Untuk orang dewasa game itu bisa saja terasa boring, tapi mungkin anak SD akan merasa fun untuk memainkan game itu.

Saran saya, temukan mekanik yang cocok untuk nilai edukasi yang ingin ditawarkan ke target pemain yang kamu inginkan. Lalu bungkus mekanik itu dengan tema game yang pas untuk target pemain tadi.

Semoga saran saya bisa membantu ya.. Have fun making game, Cheers..!

Komentar ditutup.