Game Developer, Para Pemeran di Balik Pembuatan Game

Haiii.. Apakah kamu suka main game? Pernahkah kamu tanpa sadar tenggelam keasyikan main game sampai lupa waktu?

Pernahkah terpikir, siapakahyang ada di balik proses pembuatan game? Siapa sih orang(-orang) yang berperan dalam menciptakan sesuatu yang membawa kesenangan bermain sampai lupa waktu itu?

Peranan apa yang mereka lakukan dalam proses pembuatan game?

Yuk, kita cari tahu lebih lanjut tentang (para) pemeran yang ada di balik proses pembuatan game.

Pada awalnya muncullah sebuah ide

Kok tiba-tiba bahas ide?

Game yang kamu mainkan itu berawal dari munculnya ide dalam kepala seseorang.

Ide apa?

Ide tentang sesuatu yang fun untuk dilakukan. Misalnya muncul ide seperti ini, “Bayangkan betapa serunya menjadi seorang petualang ala Indiana Jones yang berkelana mencari harta karun.” Nah, imajinasi tentang pengalaman seru itu kemudian bisa jadi ide awal untuk bikin game.

Waah.. Kalau dari ide bisa jadi game, berarti semua orang bisa bikin game ya?

Ya.. Dan tidak.

Lho?

Memang semua orang bisa punya ide untuk bikin game. Tapi punya ide itu barulah langkah awal. Karena kalau cuma sekedar ide, tidak bisa kamu mainkan kan? (^^,)

Jadi proses apa yang harus dilakukan selanjutnya setelah mendapat ide game?

Ide awal tadi perlu diolah lagi agar bisa jadi satu game yang fun untuk dimainkan. Siapa yang berperan mengolah ide awal itu dalam proses pembuatan game?

Game designer.

Game designer memiliki peranan yang vital dalam pembuatan game. Mirip seperti arsitek yang merancang gedung sebelum dibangun. Seorang game designer harus merancang konsep gamenya dulu sebelum mulai dibuat.

Untuk gambaran singkat tentang peranan yang dijalankan oleh game designer, saya ambil contoh ide game petualangan tadi. Dari ide tersebut, seorang game designer harus meracik elemen-elemen yang fun untuk dimasukkan ke dalam game, seperti:

  • Tujuan apa yang harus dicapai oleh pemain? Contoh:
    • Mendapatkan harta karun sebanyak-banyaknya.
    • Atau melarikan diri dari kejaran penjaga harta karun.

    “Apakah tujuan ini fun?”

  • Halangan apa yang akan ada dalam game itu? Contoh:
    • Tembok benteng harta karun yang runtuh.
    • Atau monster yang menyergap si petualang.

    “Apakah halangan-halangan ini menantang dan fun untuk dimainkan?”

  • Hadiah apa yang didapatkan pemain dalam game itu? Contoh:
    • Koin emas.
    • Permata.

    “Apakah pemain senang dengan hadiah yang didapat?”

  • Elemen estetika apa yang cocok untuk ide game ini? Contoh:
    • Apakah pemain bermain sebagai seorang laki-laki, atau perempuan? Seperti apakah tampilan visualnya?
    • Seperti apa tampilan dunia petualangan yang akan dimainkan?
    • Musik dan efek suara seperti apa yang fun untuk mengiringi petualangan pemain?

    “Si game designer juga perlu meracik elemen estetika tersebut jadi satu ke dalam game.”

Proses meracik dan mencari jawaban untuk nilai fun dari elemen-elemen itulah yang jadi tugas seorang game designer dalam proses pembuatan game.

Sudah terbayang kan seperti apa peranan game designer? Kamu bisa baca artikel ini kalau ingin tahu seperti apa peranan yang dikerjakan oleh game designer saat bikin game.

Mewujudkan ide ke dalam bentuk visual

Siapa yang mewujudkan ide dan elemen-elemen estetika tadi hingga bisa kamu lihat di dalam game?

Game artist.

Game artist berperan dalam pembuatan aset-aset grafis yang digunakan untuk mewujudkan elemen estetika (yang diracik oleh game designer) ke dalam bentuk visual.

Aset grafis seperti apa sih yang perlu dibuat oleh game artist? Sebagai gambaran saya ambil contoh dari ide game petualangan ala Indiana Jones tadi, elemen visual yang dibutuhkan misalnya:

  • Karakter yang dimainkan oleh pemain. Animasi karakter tersebut saat dimainkan.
  • Musuh yang harus dihadapi pemain.
  • Dunia tempat si karakter itu berinteraksi.
  • Efek visual dalam game.

Tadi barulah contoh kecil dari elemen-elemen visual yang perlu dibuat oleh game artist. Masih banyak lagi elemen-elemen visual yang ada dalam game. Karena itu biasanya dalam pembuatan game posisi game artist ini terbagi jadi beberapa disiplin, seperti:

  • Concept artist.
  • 2D artist.
  • 3D artist.
  • Animator.

Tadi barulah sebagian dari disiplin yang ada untuk peran game artist dalam proses pembuatan game. Kamu bisa mampir ke sini untuk melihat seperti apa sih peranan game artist dalam proses pembuatan game.

Kok belum ada interaksinya?

Waaah.. Ide sudah ada, sudah diolah jadi konsep yang fun dan sudah ada gambar-gambar bergerak yang bisa ditonton di layar. Kok cuma tampilan animasi? Bagaimana cara mainnya nih?

Disinilah dibutuhkan peran seorang game programmer.

Game programmer bertanggungjawab untuk mewujudkan ide dan konsep dari game designer tadi menjadi program game.

Program game inilah yang nanti dimainkan oleh pemain di perangkat seperti PC, konsol atau handphone/smartphone. Tanpa unsur interaktif itu, maka ide yang tadi sudah diolah itu hanya bisa dinikmati sebagai gambar-gambar atau animasi saja dan tidak bisa dimainkan sebagai sebuah game.

Apa saja sih yang dikerjakan oleh game programmer? Saya ambil contoh lagi dari ide game petualangan ala Indiana Jones tadi, misalnya:

  • Programmer harus memasukkan aset-aset grafis dan suara yang sudah dibuat game artist ke dalam program game.
  • Programmer perlu membuat program untuk menggerakkan karakter yang dimainkan pemain sesuai dengan animasi yang sudah dibuat oleh game artist.
  • Programmer perlu membuat program untuk menyimpan skor yang diperoleh pemain ketika bermain game.

Itu tadi barulah sedikit contoh dari apa yang dikerjakan oleh game programmer dalam proses pembuatan game. Masih banyak aspek programming lain yang perlu dikerjakan oleh game programmer. Maka sama seperti game artist, peran game programmer juga terbagi ke dalam beberapa disiplin, seperti:

  • Gameplay programmer.
  • User-interface programmer.
  • Graphics programmer.
  • Game engine programmer.

Selain contoh disiplin di atas, masih ada beberapa disiplin lain dalam peran game programmer. Kamu bisa baca-baca di sini untuk info lebih lengkapnya. Kalau kamu ingin tahu seperti apa yang dikerjakan oleh game programmer saat bikin game bisa mampir ke artikel ini.

Jadi game developer? Kenapa tidak?

Waah.. Banyak juga ya orang-orang yang terlibat dalam proses pembuatan game.

Sebenarnya tidak juga sih. Contoh yang saya bahas tadi saya adaptasi dari salah satu game mobile terkenal berjudul Temple Run. Dan pembuatan game itu hanya dikerjakan oleh tiga orang saja.

Eh? Hanya tiga orang bisa bikin satu game seperti Temple Run?

Well.. Kenapa tidak? Sebenarnya bisa saja kamu bikin game hanya sendirian saja. Tapi kamu harus merangkap tugas dan tanggung jawab dari peran-peran yang tadi sudah dibahas. Cukup repot sih kalau menurut pendapat saya.. (^^,)

Setelah melihat peran-peran yang terlibat dalam proses pembuatan game tadi, apakah kamu tertarik untuk membuat game?

Kalau kamu tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang peran-peran yang saya bahas tadi, di bawah ini saya tambahkan beberapa link yang bisa jadi titik awal untuk belajar:

Have fun, dan selamat bereksperimen bikin game ya..

Cheers!

Posted from WordPress for Lumia

Iklan

15 thoughts on “Game Developer, Para Pemeran di Balik Pembuatan Game

    • kenapa gak coba jadi dua-duanya?

      banyak juga kok game designer yang sekarang terkenal, dulunya juga seorang game programmer. (^^,)

Komentar ditutup.